Keinginan dan harapan akan keberadaan wisata kampung kopi di Jatiarjo seyogyanya sudah lama diidamkan oleh masyarakat, khususnya para pemuda. Proses pengembangan wisata yang dilakukan pada tahap awal meliputi dua (3) tahapan, yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder dan kajian kebutuhan atau perspektif para pihak dan musyawarah pengelolaan wisata.

Pengumpulan data primer dan sekunder meliputi data potensi fisik, non fisik, identifikasi pasar dan identifikasi teknologi tepat guna yang ada di Jatiarjo. Tujuan pengumpulan data primer ini adalah untuk mendapatkan data aktual potensi wisata yang dimiliki Jatiarjo secara akurat dan detail sehingga diperoleh database segala potensi wisata yang dimiliki Jatiarjo.

Potensi fisik yang terinventarisir berupa bentang alam, keanekaragaman hayati (flora dan fauna), bangunan tradisional dan situs-situs bersejarah yang layak dikembangkan sebagai obyek wisata. Potensi non fisik meliputi kesenian tradisional, pola hidup masyarakat, mitos-mitos atau cerita-cerita mengenai sejarah wilayah setempat, kerajinan dan kearifan masyarakat lainnya. Identifikasi pasar ditentukan dengan menentukan lokasi pasar wisata terdekat, segmentasi usia dan jenis produk wisata. Semua data primer diambil berdasarkan penelitian partisipatif yang merupakan kerja bareng masyarakat secara swadaya.

Kajian kebutuhan atau persepsi para pihak merupakan suatu analisis yang dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan pandangan berbagai pihak pada pengembangan wisata kampung kopui di Desa Jatiarjo. Menggunakan analisis stake holder, warga Desa Jatiarjo digali berbagai informasi dan pandangan perihal pendapat, harapan, kebutuhan masyarakat dalam proses pengembangan dan identifikasi kebutuhan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai pelaku wisata. Penggalian partisipasi masyarakat sangat penting untuk dilakukan sedini mungkin, karena peran aktif masyarakat dibutuhkan dalam tiap tahapan pengembangan yang akan memberikan pembelajaran dan pengalaman mengenai proses pengembangan wisata.

Sedangkan, musyawarah pengelolaan wisata kampung kopi dimaksudkan untuk membahas pola manajemen atau pengelolaan wisata kampung kopi. Pada proses ini, seluruh elemen masyarakat mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga masyarakat biasa dilibatkan untuk membahas pengelolaan wisata kampung kopi yang tepat dan sesuai dengan kondisi yang ada di Jatiarjo.

[Admin Wisata Kopi]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *